Babinsa Manisrenggo Bantu Agus Bersihkan Kandang Ternak Cacing

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Babinsa Manisrenggo Bantu Agus Bersihkan Kandang Ternak Cacing

Berita Militer
Senin, 03 Juni 2019


Babinsa Manisrenggo Bantu Agus Bersihkan Kandang Ternak Cacing

 


Manisrenggo,Klaten - Serka widada dan Agus peternak cacing tanah saat membersihkan sisa-sisa makanan yang berada di kandang cacing miliknya ,yang berada di belakang rumah nya tepatnya di Dusun samberan Desa Nansri kecamatan Manisrenggo kabupaten Klaten Kamis 30/05/2019.

 

Setahun menggeluti budidaya cacing tanah jenis lumbricus rubellus atau cacing ekor kuning, Agus mulai perlahan paham bagaimana meraup untung dari budidaya hewan menggeliat tersebut. Dalam setiap panen, Agus bisa mendapat hampir dua kuintal cacing siap jual.

 

Setiap pagi, Agus harus bangun lebih awal untuk memeriksa tempat pembudidayaan cacingnya. serangan Hama katak cukup meresahkan. Apalagi, jika kondisi tanah sekitar agak becek, biasanya katak mencari tempat yang agak lembab salah satunya beberapa petak rumah cacing.

 

"Jadi hamanya budidaya cacing memang katak, tikus dan ayam," ujar dia  Meski demikian, hal tersebut dapat diatasi Agis dengan cepat. Misalnya, untuk mengantisipasi serangan katak, maka dia harus sering sering memantau tempat penangkaran cacing. Jika ada katak mendekat, dia tinggal mengambil dan membuang jauh-jauh.

 

"Kalau tikus memang ada, tapi tidak banyak," tambah bapak tiga anak tersebut. Sedangkan, untuk mengatasi hama ayam cukup dijaga agar ayam tidak sampai mendekat. "Kalau ayam kan gampang, cukup dijaga saja," papar dia.Agus menjelaskan, membudidayakan cacing tanah susah-susah gampang. Asal jeli dan sering memperhatikan kelembaban tanah maka cacing akan cepat tumbuh membesar dan bisa dipanen.

 

"Harus lembab dan dijauhkan dari sinar matahari. Sebab kalau cacing kepanasan ukuran tubuhnya akan menyusut dan akhirnya dimakan cacing lain," papar dia. Untuk itu, dalam setiap tempat penangkaran cacing, Agus mendirikan tenda seadanya. Beberapa tempat juga dibuat di bawah pohon yang rindang. "Intinya jangan sampai tanah itu kering atau panas," papar dia.

 

Dalam sekali panen, biasanya Agus bisa memperoleh hampir dua kuintal. Itu tergolong dari cacing yang berukuran agak besar sekitar 10-14 cm. Biasanya, pembeli/pengepul langsung mengambil sebulan sekali tandasnya kepada Babinsa Koramil 12 Manisrenggo Serka widada.

 

Sekilo cacing tanah siap jual, biasanya dihargai Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu dari pengepul. Jika jumlah cacing yang dipanen banyak maka omzet yang didapat juga banyak. "Kalau saya jualnya 25 ribuan, kadang turun 20 ribu," jelas dia.

 

Dalam kesempatan itu juga Babinsa Koramil 12 Manisrenggo Serka widada ingin sekali berternak cacing di rumahnya ,karna ternak cacing itu gampang gampang susah seperti yang di katakan  Agus.(Tony)

cetak agenda surabaya