58 TPS Di Labusel Tidak Dialiri Listrik

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

58 TPS Di Labusel Tidak Dialiri Listrik

Minggu, 07 April 2019

LABUSEL - wartaekspres.com - 58 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di sejumlah wilayah di Kab. Labusel tidak memiliki jaringan listrik. Hal itu diungkap Ketua KPUD Kab. Labusel, Efendi Pasaribu didampingi komisioner lainnya, yakni Eben Ezer, Novrizal Harahap dan Saiful Bahri Dalimunthe pada RDK membahas isu-isu berkembang terkait persiapan pelaksanaan Pemilu, Sabtu (6/4).
Hadir pada RDK yang digelar di Sekretariat KPUD Kab. Labusel itu perwakilan parpol peserta Pemilu, perwakilan tim kampanye dan relawan Capres-Cawapres, juga Bawaslu, Polri serta TNI.
Efendi mengatakan, bahwa jumlah TPS pada Pemilu nanti sebanyak 955 dan 58 TPS di antaranya belum teraliri listrik. Menurutnya, KPPS akan menyiapkan genset, agar proses pemungutan dan penghitungan suara berjalan lancar.
“Ini sudah dikoordinasikan agar disediakan genset, sehingga tidak ada kendala dalam proses pemilihan hingga penghitungan,” katanya. Disebutkan, pihak PLN juga sudah memastikan akan berupaya agar tidak terjadi pemadaman listrik pada 17 April nanti.
Menurutnya, proses pemungutan hingga penghitungan suara diperkirakan akan selesai secepatnya, Kamis (18/4) dini hari. “Memang prosesnya memakan waktu lama, namun semua itu akan dikawal petugas. PLN juga sudah memastikan tidak terjadi pemadaman,” terangnya.
Pada pertemuan itu Efendi kembali mengklarifikasi terkait video joget “Kewer-kewer” yang dilakukan sejumlah komisioner pada pembukaan Lomba Kreasi Pentas Seni Pemilih Pemula 2019, pada 17 Maret lalu, yang kini menjadi perbincangan hangat di dunia maya. Menurutnya, gerakan yang dilakukan dalam tarian itu tidak bertujuan untuk mendukung atau mendiskreditkan Capres-Cawapres mau pun parpol tertentu.
“Gerakan satu jari, dua jari, lima jari, sepuluh jari yang kami lakukan hanya sebatas mengikuti gerakan pada video asli dari tarian tersebut. Kami memastikan bersikap independen dan profesional. Agar tidak menimbulkan persepsi negatif, kami sudah meminta agar video yang sudah di-upload ke media sosial agar dihapus,” katanya.
Komisioner Bawaslu Kab. Labusel, Ridho Akmal Nasution pada kesempatan itu mengatakan, bahwa sejauh ini sudah terjalin kerjasama baik dengan KPUD, khususnya menyangkut daftar pemilih.
Menurutnya, berbagai rekomendasi yang disampaikan sudah diterima dan diperbaiki. “Kepada masyarakat kami berharap agar menyampaikan laporan pengaduan sesuai prosedur, sehingga dapat kami tindaklanjuti,” katanya. (Hendra Sitorus)